USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Webinar Sanata Dharma Berbagi
“Bridging the Gap in Education in the New Normal: A Reflection”

diupdate: 6 bulan yang lalu




Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan webinar Sanata Dharma Berbagi yang ketiga di tahun 2021. Webinar ini dilaksanakan secara luring dari Ruang Kadarman Kampus II USD dan secara daring melalui aplikasi Zoom, serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube Humas USD. Webinar ini diadakan pada hari Jumat, 11 Juni 2021 dengan tema Bridging the Gap in Education in the New Normal: A Reflection. Webinar ini diisi oleh 3 narasumber yang merupakan dosen pengampu di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yakni Henny Herawati, M. Hum., Ph.D.; Fidelis Chosa Kastuhandani, M.Hum., Ph.D.; dan Caecilia Tutyandari, Ph.D.; serta dimoderatori oleh Maria Vincentia Eka Mulatsih, S.S., M.A. Webinar ini bertujuan membahas dan mendiskusikan dampak dari Covid-19 yang bersifat disruptif terhadap mekanisme pendidikan khususnya terhadap dosen dan mahasiswa.

Rangkain acara webinar dibuka dengan doa oleh Maria Dwi Budi Jumpowati sebagai pembawa acara kemudian dilanjutkan sambutan oleh Paulus Kuswandono, Ph.D selaku Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USD. Paulus Kuswandono mengatakan bahwa salah satu kegagalan sebuah proses pendidikan adalah ketiadaan proses dialogis yang membebaskan. Oleh karena itu, webinar ini merupakan salah satu usaha dalam mewujudkan proses dialogis dalam pendidikan. Setelah sambutan dari Wakil Wekan I FKIP USD, para narasumber menyapaikan presentasi mereka.

Narasumber pertama Henny Herawati, M.Hum., Ph.D. mempresentasikan topiknya yang berjudul Adjusting to the new normal: creative writing for students’ wellbeing. Poin utama dari presentasi ini ialah membahas penulisan kreatif dalam konteks Bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan potensinya dalam menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan perasaan dalam situasi pandemi sehingga membantu mahasiswa melewati masa-masa sulit akibat pandemi.

Narasumber kedua ialah Fidelis Chosa Kastuhandani, M.Hum., Ph.D. yang memaparkan topik tentang Navigating Learning Network Post Covid. Ia berpendapat bahwa Indonesia sedang mengalami distruptif pendidikan. Oleh sebab itu, terdapat 4 perubahan pada dunia pendidikan yakni perubahan kurikulum di mana terdapat relaksasi kurikulum agar tidak membebani siswa; perubahan kedua ialah pedagogi di mana sebelumnya dalam pengajaran siswa dilarang menggunakan smartphone sekarang siswa harus dan wajib menggunakan smartphone dalam melaksanakan kegiatan belajar; perubahan ketiga ialah delivery of instruction yakni penyebaran teknologi yang tidak merata di Indonesia; dan perubahan keempat adalah keterbukaan guru untuk saling bercerita dan berbagi informasi mengenai permasalahan mengajar dan menjaga psikis serta mental pengajar. Pada kesimpulannya, Chosa menjabarkan bahwa ada 3 syarat learning network yang perlu dibangun untuk menjadi seorang pengajar, yaitu Developmental, Personalized, dan Envolvingyang artinya seorang pengajar bisa berkembang menjadi lebih baik dengan menyesuaikan personal dari pribadi masing-masing dan menginginkan menjadi pribadi lebih baik serta terus selalu ingin belajar agar pengajar tetap menjaga kesehatan mental dan psikis dirinya.

Narasumber yang ketiga Caecilia Tutyandari, Ph.D. berbicara tentang Unrevelling the roles of social connectedness in the information of becoming a teacher yang menegaskan bahwa untuk menjadi seorang tenaga pendidik seseorang harus memiliki motivasi yang kuat karena dengan begitu segala kendala dan tantangan yang ada bisa diatasi dengan baik serta seorang guru haruslah mengajar dengan hati. Ia juga berpendapat bahwa proses menjadi guru adalah perjalanan panjang dan bersifat dinamis karena itu seorang calon guru haruslah memiliki pengetahuan dan kecakapan, serta  aspek-aspek pribadi dan pegamatan kritis.

Setelah pemaparan materi oleh para narasumber, moderator melanjutkan dengan sesi tanya jawab sekaligus sebagai akhir dari rangkaian acara. Webinar ditutup dengan doa penutup  dan kutipan kalimat bijak dari pendiri USD, Prof. Dr. Driyarkara, SJ yakni “pendidikan merupakan kegiatan sadar memanusiakan manusia muda” karena itu sejatinya webinar ini membuat kita (para pendidik) semakin sadar memanusiakan manusia muda dan mengobarkan api dalam diri kita sebagai manusia pendidik.

(JNJ & AIS)

  kembali