USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Agnes Kenya Winanti: Berkarya dan Bereksplorasi Menembus Batas Nyaman

diupdate: 6 hari yang lalu



Menorehkan tinta emas dalam suatu ajang penghargaan adalah hal yang sangat membanggakan. Penghargaan ini tentunya diberikan untuk mengapresiasi kerja keras dan kegigihan seseorang yang mau terus belajar dan mengembangkan diri di dalam pekerjaan, aktivitas, mau pun karyanya di tengah masyarakat. Di awal tahun 2019, sebuah prestasi luar biasa kembali diukir oleh seorang alumnus Universitas Sanata Dharma (USD). Agnes Kenya Winanti berhasil meraih Adam Malik Award 2019 dari Kemenristekdikti sebagai Best Journalist of Print Media.

Anya, sapaan akrabnya, merupakan lulusan dari program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) angkatan 2010. Ketertarikannya terhadap Bahasa Inggris membuatnya ingin mendalami kemampuan berbahasa Inggris dengan baik. Tak hanya itu, Anya adalah sosok yang mau mencoba hal baru. Untuk itu, ia bergabung dalam organisasi dan kepanitiaan untuk mengembangkan soft skillsnya. Anya berhasil menyelesaikan masa studinya selama empat tahun.

Seusai dari pendidikannya di tingkat perguruan tinggi, Anya ingin mencari pekerjaan yang linear dengan jurusannya yaitu menjadi seorang guru Bahasa Inggris. Namun, di tengah perjalanannya dalam menemukan karir, Anya tertantang untuk mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang ada di luar zona nyamannya, dan sesuatu yang bisa membuatnya semakin belajar akan banyak hal. Di situlah awal mula, ia terjun dalam dunia jurnalistik.

Anya merupakan seorang jurnalis di Jakarta Post. Ia menjadi bagian di dalam media ini sejak Januari 2015. Pada tahun 2018, Anya bertanggung jawab di dalam desk work mengenai hubungan internasioanal dengan fokus politik dan ekonomi luar negeri.

Menjalani kehidupannya sebagai jurnalis bukanlah hal yang mudah dan juga sulit di saat yang bersamaan. Anya dituntut untuk terus siap siaga terhadap segala situasi dan kondisi yang terjadi. Jika ada masalah tertentu yang sedang terjadi, ia berusaha untuk mengejar informasi secepatnya dengan tetap menjaga kualitas berita yang disajikan. Soft skills yang perolehnya selama berkuliah di USD sangat bermanfaat sebagai bekalnya bekerja di bidang yang cukup menantang ini. “Saya merasa banyak hal yang saya dapatkan selama saya kuliah dan ternyata itu semua terpakai di dalam pekerjaan saya saat ini. Misalnya, saya selalu menanamkan dalam diri saya bahwa orientasi selama bekerja yaitu ‘berkarya untuk sesama’. Dengan begitu, saya merasa lebih bersemangat untuk memberikan yang terbaik bagi banyak orang. Selain itu, saya juga merasa bahwa selama saya mengikuti kegiatan di kampus membuat saya menjadi orang yang mudah beradaptasi dengan orang-orang baru. Hal ini sangat membantu saya untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan kolega di tempat kerja saya.” demikian jelas Anya.

Meski pekerjaan sebagai seorang jurnalis berbanding terbalik dari latar belakang akademiknya sebagai seorang sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Anya merasa tertantang untuk terus belajar. Rasa ingin tahu yang tinggi dan kegigihanlah yang menjadi modal utamanya dalam menjalani dunia karirnya sebagai seorang jurnalis. Anya mengaku tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat ia akan mempelajari tentang dunia ekonomi, politik dan hubungan luar negeri secara mendalam untuk dapat menghasilkan sebuah berita yang baik. Menurut Anya, memilih profesi sebagai seorang jurnalis merupakan sebuah langkah yang berani. Ia sadar betul bahwa keputusan yang ia ambil membawanya keluar dari zona aman, namun dari situlah Anya merasa tertangan untuk terus mengembangkan diri dari berbagai pengetahuan yang didapatkannya sebagai seorang jurnalis.

Mendapatkan penghargaan Adam Malik Award 2019 dari Kemenristekdikti sebagai Best Journalist of Print Media merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dalam perjalanan satu tahun karirnya di work desk bagian hubungan internasioanal. “Saya baru satu tahun ada di desk ini, to be honest saya tidak menyangka mereka memilih saya.” ujar Anya. Atas pencapaiannya tersebut, menteri luar negeri, Ibu Retno L.P. Mursadi turut menyelamati dan mengapresiasi kegigihan Anya dalam mencari berita dan mencari tahu berbagai informasi.

Dari pengalamannya, Anya merasakan betul, bahwa ketika ia berani mengambil langkah, ia banyak mengalami hal yang tidak pernah terbayangkan ketika ia masih menjadi mahasiswa. Dulu, sebagai seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, ia membayangkan akan bekerja dengan hal yang berkaitan dengan mengajar Bahasa Inggris saja, namun sekarang ia memiliki kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru yang baginya sangat menantang. Sebagai penutup, Anya berpesan kepada teman-teman muda yang masih berkuliah untuk berani melangkah dari zona aman. “Mumpung masih muda, jangan cepat puas dan harus berani mengambil kesempatan yang di luar sana”.

(JTM & VYA)

  kembali