Badan Eksekutif Mahasiswa

Universitas Sanata Dharma

BERITA

Pergaulan bebas, Salah parenting, Remaja, atau Lingkungannya?
BENTALA SADHAR : Krisis Air Di Yogyakarta
BENTALA SADHAR : Badak dan Cula Terakhir
DARURAT IKLIM : TANGGUNG JAWAB SIAPA?
Pelecehan Seksual: Salah Siapa?
Lubang jarum COVID-19 : Vaksinasi Selamatkan Negeri?
Pentingnya Etika Dalam Menggunakan Media Sosial
KARIR DI MASA PANDEMI
STAFF MUDA 2021
Dampak dan Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental
hal. 1  ...  3  4  5  6  
Festival Budaya Nusantara USD, Mewujudkan Sabda Budaya Driyarkara
26 November 2015
Festival Budaya Nusantara USD, Mewujudkan Sabda Budaya Driyarkara :: BEM

Hiruk pikuk di Lapangan Realino Mrican Kampus II Universitas Sanata Dharma Yogyakarta begitu terasa pada hari Jumat, 30 Oktober yang lalu. Panggung dan tiga spot utama miniatur nusantara dengan dekorasi yang menawan telah terpasang di sekitar Lapangan. Begitu pula yang terjadi di Lapangan Realino yang terlihat lebih indah dengan sekaten yang mengundang perhatian setiap masyarakat sekitar dan warga kampus untuk mengikuti Festival Budaya disana.

Mengusung tema "Sabda Budaya Driyarkara", Festival Budaya Nusantara 2015 ingin merefleksikan kembali cita-cita dan usaha sosok Driyarkara sebagai pendiri Universitas Sanata Dharma. Festival Budaya Nusantara Jumat sore saat itu memang dikhususkan sebagai Puncak Rangkaian
Festival Sanata Dharma atas 60 tahun usia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta setelah berbagai kegiatan lainnya dilaksanakan. Festival Budaya yang dipersiapkan oleh mahasiswa dan mahasisiwi Universitas Sanata Dharma ini sengaja mengambil tempat di Lapangan Terbuka Realino Kampus II USD untuk mengajak masyarakat di luar Kampus Universitas Sanata Dharma juga merasakan kebahagiaan atas 60 tahun Universitas Sanata Dharma dalam suguhan Festival Budaya Nusantara ini.
Sebelum acara dimulai, tempat duduk di area food court yang disediakan terlihat sudah penuh sesak oleh pengunjung yang hendak mengikuti Pagelaran Budaya tersebut sampai-sampai banyak partisipan foodcourt kewalahan menghadapi pesanan pengunjung yang memenuhi sekitar kantin. Foodcourt ini menyediakan berbagai macam makanan khas dari daerah di Indonesia mulai dari si manis ronde sampai si gurih Papeda.

 Ada tiga spot besar yang mempertunjukan kekhasan masing-masing daerah untuk mewakili keragaman budaya di Indonesia, adapun itu adalah dari Medan; Yogyakarta; dan NTT yang juga mengajak partisipasi
penonton untuk ikut ber-euforia bersama mereka dalam flashmob. Peserta stand daerah ini merupakan perkumpulan para perantau daerah yang menuntut ilmu di Universitas Sanata Dharma sebagai gambaran kepada masyarakat bahwa kampus Cerdas dan Humanis ini adalah Indonesia versi mini. Acara ini juga didukung oleh sekitar 120 penampil yang semakin
menyemarakan Puncak Dies Natalies Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Panitia berharap agar kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. (AP)

 @bemusdyk     @bemusdyk     usd.ac.id/bem     @bemusdyk     bemusd@usd.ac.id