Badan Eksekutif Mahasiswa

Universitas Sanata Dharma

BERITA

STAFF MUDA 2021
Dampak dan Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental
Kekerasan dan Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan di Tengah Pandemi
Suara Alam, Suara Kita : " Kerusakan Lingkungan Di Tengah Hiruk Pikuk Penggunaan Internet"
LGBT : HAM vs Hukum Aceh. Siapakah Juaranya?
Kajian Bencana Alam
Polemik Pemberian Hukuman Mati Pelaku Korupsi di Masa Pandemi
Daftar Anggota BEMU 2021
E-SERTIFIKAT LOMBA POSTER INFOGRAFIK BEM USD 2020
E-SERTIFIKAT LOMBA ESAI BEM USD 2020
hal. 1  2  3  4  5  
TEAM-BULDING BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA
26 February 2020

Pada tanggal 1 Februari 2020, pukul 13.40 WIB Kabinet Solidaritas Aksi berkumpul di depan Kampus 3 Paingan untuk memulai perjalanan, walaupun melewati gelapnya langit dan derasnya hujan, ternyata tidak melunturkan semangat teman-teman untuk melakukan kegiatan ini, karena kalau ga datang kan, bisa diinterogasi tuh, hihi.Setelah melewati perjalanan selama kurang lebih satu jam, akhirnya kami sampai di Wisma Maya, teman-teman pun langsung menyiapkan diri untuk memulai sesi acara. Acara pertama, kami diberi materi oleh saudara Herman Yosef Cahyono, yang merupakan Mantan Presiden BEMU USD pada tahun 2016/2017, yang mana mendapat gelar sebagai Koko-Cici Jogja 2018 serta Mr. Global Indonesia tahun 2019, wah keren ya!

 

Tujuan dari menghadirkan Ko Herman ditengah-tengah teman-teman adalah agar pengalaman mengenai BEM sendiri dapat langsung dirasakan dan disampaikan oleh seseorang yang pernah melewatinya, yang harus dapat menginspirasi teman-teman bahwa dalam merintis kerja dari BEMU, seseorang dapat meraih cita-cita yang diinginkan. Kalau ga berpengalaman, bagaimana kita dapat mencapai cita-cita dan berhubungan dengan masyarakat langsung? Dalam hal ini Ko Herman menjelaskan bahwa di dalam sebuah tim harus ada yang namanya komitmen, beliau menuturkan tanpa adanya komitmen, hal yang sudah kita bangun dari awal hanyalah sia-sia, niat, dan kerja keras saja tidak cukup. Ketahanan dan kekonsistenan dalam melakukan pekerjaan itulah point yang tepat dalam menjalankan tanggung jawab besar dalam BEM. Beliau juga menuturkan lebih baik memangkas jamur saat benihnya sudah mulai bermunculan, artinya sebelum kabinet ini terlanjur berjalan semakin lama, ada baiknya setiap pribadi menyadari ketahanan dan kekonsistenan yang akan di jalani. “Jika tidak yakin, belum terlambat, ini masih bulan Februari, anda yang memutuskan kelanjutannya”, kata Ko Herman. Hal ini pun nampaknya membuat teman-teman semakin menyelami pemikiran mereka akan bagaimana kesulitan dan tantangan yang akan dihadapi nantinya."Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpanya” adalah pepatah nyata yang sedang dihadapi teman-teman dalam bekerja. Dalam kesempatan ini, Ko Herman memberikan kesempatan kepada teman-teman yang ingin berbagi cerita mengenai motivasi maupun kesulitan yang dihadapi.

Salah satu teman yang berbagi cerita adalah Saudari Brigitta Globin Angela sebagai Menteri dari Kementerian Sinergisitas Himpunan, mengatakan bahwa kepedulian ia dalam menjadi wadah aspirasi mahasiswa lah yang membuatnya memutuskan untuk lanjut menjadi anggota BEM. “Memang capek, tapi kalau bukan kita yang maju dan bergerak, ya siapa lagi”,  imbuh saudari Globin yang akrab di panggil Kak Ubi. Penjelasan nya seakan menyadarkan teman-teman semua bahwa jika bukan kita yang bergerak, lantas siapa yang akan menjadikan universitas dan sumber daya di dalamnya berjalan dan terayomi dengan baik? Walaupun tidak lepas dari kekurangan, setidaknya ada usaha yang mampu dilakukan untuk mencapai kesejahteraan itu. Wah, bener banget nih kak! 

Dalam sesi pemateri yang kedua, kami disuguhkan mengenai praktik kelompok, atau studi kasus. Kali ini disampaikan oleh Saudari Natalia Kuswatiningsih atau yang akrab disapa Kak Cila, sebagai Menteri Koordinasi Kementrian PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) BEM USD periode 2016/2017. Kami diberikan tantangan serta pertanyaan mengenai kasus yang kami hadapi, yang nantinya akan dipresentasikan di depan teman-teman. Hal pertama yang kami lakukan adalah membuat membuat rumah bergambar. Namun, setiap kementerian hanya diperkenankan untuk memberikan satu garis dalam gambar tersebut. Bagaimana bisa? Ya maka dari itu tujuannya, pasti butuh koordinasi yang melibatkan seluruh pribadi dalam anggota bukan? Di sini letak titik serunya!

Kira-kira beginilah, foto ini menunjukkan usaha mereka dalam membangun rumah mereka. Setelah masing-masing memberikan kontribusi satu garis, saatnya mempresentasikan gambar mereka.

Berbagai macam rumah yang dibangun disetiap kementerian, yang mempunyai makna bahwa BEM harus dijadikan sebagai rumah kita semua, tempat ternyaman sekaligus tempat kita berbagi dan berkolaborasi antara satu sama lain. Rumah yang dibangun dalam bentuk gambar disetiap kementerian, harus dijadikan filosofi yang hangat, kalau kita nyaman tentu kerja kita lancar bukan? Setelah itu, setiap kementerian diberikan studi kasus mengenai kasus yang dihadapi setiap kementrian, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan tentu memicu pemikiran kritis, karena Kak Cila sudah mengalami pengalaman dan siap untuk dihadapkan kepada penerusnya. Mempresentasikan jawaban dari setiap tantangan yang dihadapi nampaknya tidak membuat Kabinet Solidaritas Aksi gentar, setiap pertanyaan yang diberikan Kak Cila, kami jawab dengan yakin dan lantang.

Persoalan nyata yang kami hadapi, ternyata tidaklah sedikit dan kecil, tetapi sungguh nyata terjadi didepan mata kita. Itulah yang hendak ditekankan pada sesi ke dua ini, bahwa selain memiliki kemauan yang keras, teman-teman juga dituntut untuk mampu. Walaupun sulit, tapi tidak menjadikan itu mustahil dan sulit untuk ditaklukkan.

Setelah sesi pemateri kedua oleh Kak Cila, dilanjutkan dengan sesi perkenalan kreatif setiap kementerian. Pada perkenalan kreatif ini, setiap kementerian diminta untuk memperkenalakan nama anggota kementerian mereka dengan cara yang unik. Banyak sekali ide-ide kreatif yang unik dan untuk memperkenalkan anggota kementerian mereka, mulai dari bernyanyi, parodi, dan lainnya sehingga mengundang tawa kami semua yang menonton. Uh, pokoknya seru banget!

Sesi perkenalan kreatif pun selesai dan tibalah sesi api unggun serta refleksi. Sesi ini dilaksanakan di halaman wisma dan kami semua melingkari api unggun dengan membawa lilin yang menyala. Pada sesi refleksi ini lagi lagi kami diajak untuk mengukur tingkat komitmen, konsistensi, kerja keras, dan ketahanan diri kami masing-masing. Refleksi ini menyadarkan kami bahwa semua tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai harus didasari dengan komitmen, kerja keras, dan konsistensi diri sendiri. Sesi refleksi ini membawa kami semakin mantap dalam mengusahakan dan bekerja keras untuk mencapai tujuan dan cita-cita kami. Sesi refleksi pun berakhir dan kami pun beristirahat untuk mempersiapkan kegiatan kami keesokan harinya.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 2 februari 2020 pukul 06.00 kami bangun dengan tubuh yang segar dan kami pun senam pagi. Kami sangat bersemangat mengikuti senam pagi dan juga untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Kegiatan senam pun diiringi dengan tawa ceria kami. Nah, setelah senam kegiatan kami selanjut adalah outbond. Sebelum outbond, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan kami pun siap mengikuti outbond.Ada empat permainan yang kami mainkan dengan setiap permaian mempunyai makna masing-masing. Permainan pertama adalah memindahkan kelereng menggunakan pipa. Kelereng harus dipindahkan dari garis start  sampai finish dengan menggunakan pipa dan tidak boleh terjatuh ke tanah. Permainan ini mempunyai makna bahwa setiap proses dalam bekerja yang kami lewati berjalan lancar atau tidak, maka harus bahu membahu untuk bisa berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Permaianan kedua adalah mengoper tepung yang dilakukan dengan memindahkan tepung menggunakan tangan tetapi melewati atas kepala. Permainan ini cukup seru karena tepung yang berpindah dari tangan yang satu ke tangan yang lain bisa berceceran atau tumpah mengenai tubuh kami. Permaian tersebut mempunyai makna bahwa awal seseorang dalam mencapai tujuan mempunyai niat yang penuh tetapi seiring berjalannya waktu niat itu bisa berkurang dan bahkan sudah hilang dalam diri seseorang. Tetapi jika kami saling mendukung, kami bisa termotivasi dan niat kami akan penuh lagi sehingga tujuan akan mudah sekali tercapai dengan cepat. Permainan ketiga adalah jaga aku.  Permaian ini dilakukan dengan cara tiap kelompok diberi satu lilin yang menyala dan harus dijaga agar tetap hidup dari lemparan kantong air kelompok lawan. Permainan ini mempunyai makna bahwa setiap tujuan yang kami inginkan bisa saja tidak tercapai karena semangat kami yang padam, maka kami harus saling memberikan semangat dengan saling membantu agar semangat kami dapat terus menyala sehingga tujuan kami dapat tercapai. Permainan yang terakhir adalah mengoper bola ping pong dari dalam peralon menggunakan gelas plastik yang sudah dilubangi. Permainan ini bermakna bahwa untuk mancapai suatu tujuan kami harus melewati berbagai macam rintangan yang jika kami tidak saling menguatkan serta membantu, tujuan itu tidak dapat tercapai. Maka untuk mencapai tujuan sikap saling membantu sangat dibutuhkan.

Akhirnya outbond yang sangat seru pun selesai, kini kami bergegas untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pulang. Setelah acara ditutup, kami pulang dengan rasa sadar akan komitmen yang ada dalam diri kami masing-masing serta rasa puas dengan kegiatan selama dua hari ini. Kami berharap dengan kegiatan yang sudah kami lakukan ini dapat semakin menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja keras, dan yang paling penting komitmen untuk mencapai tujuan yang kami inginkan.

 

KEMENTERIAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
KEMENKOAN PENGEMBANGAN INTERNAL
KABINET SOLIDARITAS AKSI
BEM USD 2020
-Maknai Phoenix mu! Nyatakan Karyamu!-

 @bemusdyk     @bemusdyk     usd.ac.id/bem     @bemusdyk     bemusd@usd.ac.id