Badan Eksekutif Mahasiswa

Universitas Sanata Dharma

BERITA

Pelantikan Kepengurusan BEM USD 2016/2017
DAFTAR NAMA PANITIA FESADHA
Malam Final USD Talent 2016: Persaingan yang Menyatukan
USD MENANAM 1000 POHON TAHAP 1
Wayang ala Sujiwo Tejo, Penuh Canda dan Dekat dengan Remaja
Insadha Januari 2016 Hari Kedua, Awal dari Segalanya
Insadha Januari 2016 Hari Pertama, Belajar Mengenal Driyarkara
Mempererat Silaturahmi dengan Studi Banding
Forum Lesehan #3 Badan Eksekutf Mahasiswa Universitas Sanata Dharma
Aksi Bersama Universitas Sanata Dharma Peduli Lingkungan Hidup
hal. 1  2  3  
Wayang ala Sujiwo Tejo, Penuh Canda dan Dekat dengan Remaja
04 February 2016

Pada pukul 18:00, Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma telah dipenuhi oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan tepat tanggal 15 Januari 2016, Universitas Sanata Dharma mengadakan penampilan dan bincang budaya yang menghadirkan Sujiwo Tejo, seorang budayawan terkenal sebagai bintang tamu. Tema dari bincang budaya kali ini ialah Cerita, Nada, dan Kata.

 

Acara tersebut diawali dengan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Sanata Dharma. UKM-UKM tersebut antara lain Sekar Jepun, Karawitan, Sadhar Jazz, Sexen, Inkai Karate, Tutu Club, Teater Seribu Djendela, Taekwondo, Grisadha, dan PSM Cantus Firmus. UKM tersebut menampilkan penampilan terbaik mereka. Tak hanya decak kagum, derai tawa pun menghiasi malam tersebut,

 

Puncak acara diisi dengan penampilan wayang oleh Sujiwo Tejo berkolaborasi dengan UKM Karawitan dan PSM Cantus Firmus. Penampilan wayang tersebut mencertikan tentang cerita cinta antara Rama dan Shinta, diselingi hal-hal yang sangat erat dengan kehidupan remaja masa kini. “Saya menampilkan wayang dengan guyonan yang nyata dan dekat dengan kampus”, begitulah ungkapan Beliau yang mendapat riuh tepuk tangan. Penampilan wayang yang biasanya membosankan, dibungkus dengan menarik dan penuh gelak tawa oleh Beliau. Selesai pementasan, Beliau juga mengadakan dialog singkat tentang dirinya dan dunia perwayangan. Beliau juga tak lupa bercerita tentang suka duka selama menjalani dunia tersebut.

 

Hal luruh mata yang menyaksikannya pada malam itu. Beliau juga menegaskan bahwa wayang merupakan hal yang seharuhnya menjadi kegemaran remaja masa kini. Wayang kurang diperhatikan karena media-media tidak mengekspos wayang dengan baik. Dengan dialog singkat tersebut, Beliau mengajak semua penonton untuk mencintai dan menghargai budaya-budaya kita sendiri yang sudah mulai dilupakan. “Hidup adalah tidur dan kamu menjalaninya dalam mimpi”, itulah sepenggal kalimat yang akhirnya menutup penampilannya pada malam itu.

 

 Bem Universitas Sanata Dharma     @usd_bem     @bemusdyk     usd.ac.id/bem     @BEM_USD     bemusd@usd.ac.id     BEM USD Official