Quality by Design: Kunci Penjaminan Kualitas Prodi dan Minat Masyarakat

20/04/2021

“Kualitas lulusan dan tingkat animo masyarakat merupakan dua tolok ukur mendasar untuk menilai mutu penyelenggaraan pendidikan di sebuah perguruan tinggi”, demikian ditegaskan oleh Prof. Dr. L Hartanto Nugroho, M.Agr. dalam acara Lokakarya Penyesuaian Standar Mutu Pelaksanaan Tridharma Prodi Farmasi, Profesi Apoteker, Magister Farmasi Selasa (13/4) via zoom meeting. “Rekognisi sebuah program studi akan menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam menentukan pilihan kelanjutan studi”, tambahnya. Untuk itulah, Prof Hartanto, panggilan akrab guru besar Fakultas Bioloagi UGM menekankan pentingnya peningkatan kualitas yang direncanakan dan diberikan penjaminan atau quality by design sesuai dengan pelaksanaan siklus penjaminan mutu yang disebut sebagai Penetapan standar mutu Pelaksanaan standar Evaluasi pelaksnaan standar Pengendalian mutu dan Peningkatan standar mutu (PPEPP) atau dengan istilah lain Plan-Do-Check-Action (PDCA). Hal ini disampaikan juga dalam rangka merespon perubahan regulasi sebagai tanggapan atas tuntutan global terhadap kompetensi lulusan dan layanan pendidikan. Untuk itulah Fakultas Farmasi USD berinisiatif untuk melakukan penyesuaian standar mutu tridharma melalui lokakarya ini.

Terbitnya instrument akreditasi Sarjana Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker pada Lampiran Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 11 tahun 2019 dan diberlakunya instrumen akreditasi baru sejak 1 Januari 2020 telah menuntut peningkatan mutu pelaksanaan tridharma dalam penyelenggaran pendidikan tinggi. Menyusul kemudian terbitnya ketetapan standar nasional baru pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi memperbaruhi Peraturan Meteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidian Tinggi, dan pemberlakuan Statuta USD baru sejak 1 januari 2021 menjadi urgensi segera dilakukannya penyesuaian standar mutu tridharma penyelenggaran pendidikan di Fakultas Farmasi USD.

Mutu perlu ditetapkan sebagai salah satu upaya quality by design. Oleh karenanya penyesuaian standar mutu tridharma penting untuk mempertimbangkan kualitas mutu yang kita rencanakan, tuntuan regulasi, deskripsi capaian pada instrument akreditasi LAMPTKes yang akan disasar. Pertimbangan lain yang tidak kalah penting adalah kepentingan rekognisi internasional, maka perlu dipetakan kriteria capaian sesuai dengan kriteria badan akreditasi internasional yang dipilih. Dokumen penjaminan mutu baru sesusai dengan regulasi baru ditargetkan selesai pada Bulan Juli 2021 karena implementasi Permendibud nomor 3 tahun 2020 selambat-lambatnya adalah Januari 2022.

Penyesuaian siklus PPEP dalam konteks Universitas Sanata Dharma dengan kebijakan kegiatan penjaminan mutu melekat pada pejabat berkoordinasi dengan Lembaga Penjaminan

Mutu Universitas Sanata Dharma dipaparkan oleh Ibu Christiyani Aprianastuti, M.Pd (Ketua LPMAI USD). “LPMAI sangat mengapresiasi kegiatan lokakarya ini dimana Fakultas Farmasis telah merancanang penyusunan standar mutu tridharma baru menyesuaikan dengan berbagai regulasi dan tuntutan global. Kegiatan ini sejalan dengan agenda LPMAI penyusunan dokumen penyesuaian standar mutu tridharma dengan regulasi baru terutama Permendikbud nomor 3 tahun 2020”, demikian paparan Ketua LPAMI USD yang turut memberikan konteks dalam kegiatan lokakarya.

Hadir dalam kegiatan tersebut dekan fakultas, segenap pejabat dan perwakilan dosen fakultas serta beberapa perwakilian pejabat dari unit lain seperti Fakultas Psikologi, Fakultas Vokasi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USD.

(DS)

 kembali