USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Hasil Penelitan MBKM dan PkM Berbasis Hasil Penelitian

diupdate: 4 minggu yang lalu




Menanggapi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah, Universitas Sanata Dharma (USD) telah melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait program MBKM tersebut. Pengabdian tersebut dilaksanakan dari tanggal 12 Desember 2021 sampai dengan 24 Desember 2021 di tempat yang berbeda. Dari hasil pengabdian tersebut, menghasilkan empat penelitian yang menjadi pokok diskusi dalam program MBKM ini, yaitu “dampak positif kebijakan MBKM di USD”, “pengembangan kurikulum berbasis outcomes di sekolah-sekolah di DIY dan sekitarnya”, “Penerapan strategi pengentasan kemiskinan melalui penguatan usaha ekonomi produktif anggota credit union”, serta “penerapan siklus kompresi uap untuk peningkatan efisiensi berbagai produk industri”. Keempat penelitian tersebut dikemas dan diseminarkan pada Senin 27 Desember 2021 bertempat di Artotel Suites Bianti Yogyakarta serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Humas USD.

Tujuan dari diadakannya seminar ini adalah sebagai sarana evaluasi dan refleksi otentik serta menyediakan bahan yang komprehensif bagi perumusan kebijakan implementasi MBKM. Esensi MBKM itu sendiri adalah mewujudkan tridharma yang otentik, mengakui kompleksitas dan keragaman individu masyarakat, memanfaatkan kemajuan peradaban, dan menawarkan alternatif tata kelola tridharma. “Perspektif tridharma dalam MBKM yang di dalamnya terdapat tantangan yang harus dihadapi Dekan, Kaprodi, DPA, khususnya mereka yang terlibat langsung dalam program MBKM ini.”, papar Rektor USD Drs. J. Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D.

Selain itu, tujuan dari program MBKM ini adalah meningkatkan kompetisi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman dan menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Dengan adanya MBKM ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan. Konteks MBKM ini tidak terbatas pada program-program yang ditawarkan pemerintah tetapi lebih kepada internalisasi MBKM itu sendiri dalam kurikulum masing-masing program studi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Christina Kristiyani, M.Pd., Ph.D dan timnya, MBKM membuahkan dampak positif bagi mahasiswa; mahasiswa yakin MBKM meningkatkan kemampuan problem solving, mahasiswa yakin MBKM meningkatkan kompetensi dan soft skills, mahasiswa yakin MBKM membantu mahasiswa beradaptasi dengan kebutuhan masa depan. Sementara itu, bagi dosen; dosen mengetahui isi kebijakan MBKM, dosen siap untuk melaksanakan program MBKM, dosen memberikan respon yang cukup baik terkait dalam MBKM terhadap proses pembelajaran mahasiswa, peningkatan hard skill dan soft skill mahasiswa, dan peningkatan kapasitas dosen, serta dosen berpendapat bahwa implementasi MBKM dapat memenuhi CPL (capaian pembelajaran lulusan).

Selain itu dalam diskusi terkait dampak MBKM ini, juga diperoleh hasil dalam Focus Group Discussion (FGD), yaitu berkembangnya soft skill, relevansi kebutuhan mahasiswa dengan dunia kerja, meningkatnya hard skill, adanya kesempatan untuk menambah pengetahuan-pengetahuan baru, serta adanya kesempatan yang terbuka untuk menjalin jejaring dengan mitra-mitra.

Sementara itu dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Paulus Kuswandono, Ph.D., dan F.X. Mukarto, Ph.D., menyampaikan hasilnya yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum berbasis outcomes di sekolah-sekolah di DIY dan sekitarnya. Dalam penelitiannya, diperoleh seorang guru khususnya di Asia Tenggara, sepakat untuk memiliki kemampuan tentang materi pelajaran, filsafat pendidikan, pendekatan pedagogi, evaluasi pembelajaran, kurikulum, karakteristik peserta didik, temuan penelitian, multikulturalisme, perkembangan peserta didik, dan metode pengajaran. Dari hasil kerjasama dengan sekolah, terdapat manfaat atau outcome yang diperoleh antara lain, dosen menjadi lebih memahami permasalan konkret yang terjadi di sekolah, dosen semakin menyadari kompleksitas permasalahan para guru di lapangan serta guru dan dosen dapat saling memahami nilai-nilai yang mereka yakini dapat meningkatkan learning outcomes para peserta didik.

Selain itu, juga terdapat beberapa dampak di bidang ekonomi dan sosial pada penelitian ini, yaitu keterampilan calon guru perlu dipahami bersama agar institusi keguruan memiliki target yang jelas dan mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi target keterampilan tersebut secara lebih terukur serta dengan dihasilkannya profil dan keterampilan guru yang jelas, sekolah yang memiliki para guru yang terampil dan kompeten tentu akan dapat memajukan kualitas sekolah dan kualitas hidup masyarakat yang menjadi pendukung sekolah tersebut.

Pada penelitan selanjutnya yang dipresentasikan oleh Dr. Titus Odong Kusumajati, M.A. yang berkaitan dengan penerapan strategi pengentasan kemiskinan melalui penguatan usaha ekonomi produktif anggta Credit Union pada pengabdian kepada masyarakat, menyampaikan bahwa kegiatan PkM ini merupakan salah satu upaya pemerintah, sehingga harus mempunyai pertanggungjawaban publik yang mencakupi DIY dan Jawa Tengah, 4 partisipant dari credit union, publikasi media massa dan publikasi jurnal serta hasil video. Adapun latar belakangan diadakan PkM dibidang eknomi ini adalah karena keprihatian kepada banyaknya masyarakat yang rentan secara ekonomi, dengan begitu maka pendekatan yang dipilih adalah pendekatan pengentasan kemiskinan yang memberi prioritas pada penguatan modal sosial. Secara spesifik penguatan UMKM yang dipilih adalah penguatan yang dimiliki oleh para anggota CU.

Sementara itu, tujuan dari diadakannya PkM ini adalah bentuk ajakan untuk melihat kembali bisnis usaha yang dimiliki dengan cara pendampingan. Kegiatan pendampingan yang dilakukan, yaitu menajamkan konsep bisnis, membuat formulasi strategi bersaing dan mentransfomasi gagasan bisnisnya. Dengan adanya penelitiannya ini diperoleh kesimpulan bahwa materi kegiatan yang telah dibawakan sesuai dengan kebutuhan peserta, selain itu para peserta juga semakin memahami karakteristik sehingga dapat menuangkan dalam model bisnis kemudian dapat mengevaluasi serta merumuskan strategi bersaing di pasar.

Pada penelitan yang terakhir, dipresentasikan oleh Ir. P.K. Purwadi, M.T., dengan materi hasil PkM penerapan siklus kompresi uap untuk peningkatan efisieansi berbagai produk industri. Sasaran dari diadakan PkM ini adalah industri mebel kayu, yaitu CV Nuansa Kayu bekas dan industri blok pupuk PT Wira Cahya Pratama dengan latar belakang membantu membuatkan mesin pengering pabrik yang lebih efisien. Tujuan dari PkM ini adalah memberikan penyuluhan tentang pengeringan kayu dengan mempergunakan siklus kompresi uap serta pendampingan pembuatan mesin pengering kayu. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan bahwa banyak tantangan yang dihadapi, namun dengan modal pengalaman yang telah dikuasai serta pengetahuan mengenai karakteristik mesin pengerinng sehingga PkM ini dapat berjalan dengan baik. Beliau juga menjelaskan 3 kunci proses pengeringan adalah udara yang panas tidak merusak obyek yang dikeringkan, kanduangan air di dalam udara rendah, dan kecepatan aliran yang cepat. Hasil dari PkM ini, antara lain adalah penyuluhan dan pendampingan dalam pembuatan dapat berjalan lancar, mesin dapat dirakit dan dapat bekerja seperti yang diharapkan serta kerja mesin pengering memberi hasil yang menguntungkan.

(ASB & BRW)

  kembali