USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

HMPS PFIS USD Selenggarakan Keakraban Keluarga Besar Pendidikan Fisika 2021

diupdate: 2 minggu yang lalu




Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Fisika (PFIS) Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Sabtu, 22 Mei 2021 menyelenggarakan kegiatan Keakraban Keluarga Besar Pendidikan Fisika (KKBF) tahun 202 bertema “Kemampuan Beradaptasi dalam Mengawali Segala Sesuatu”. Acara yang diadakan secara daring melalui Zoom Meetings dan disiarkan secara langsung ke kanal Youtube Pendidikan Fisika USD ini adalah sharing bersama dosen PFIS serta mengundang narasumber Antonius Pietjati, mahasiswa Pendidikan Fisika 2018 dan pengumuman juara lomba menari, bernyanyi, stand up comedy, dan penulisan puisi secara daring yang telah diikuti mahasiswa PFIS USD.

Dibuka oleh pembawa acara, Gaby Latuva dan Edwin Soo, makna dari tema KKBF 2021 adalah di masa pandemi seperti saat ini tidak menutup kemungkinan bagi mahsiswa untuk tetap berkarya dan mengembangkan prestasi dari keterampilan yang dimiliki serta mampu beradaptasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S., Kaprodi PFIS USD, ketika sambutan menyampaikan KKBF sejalan dengan program prodi berharap sebagai keluarga tidak hanya tatap muka di ruang kelas, laboratorium, sekretariat namun juga perlu berkumpul bersama dalam satu acara, tetapi karena keadaan pandemi Covid19 ini kegiatan mesti diadakan secara daring.

Antonius Pietjati sebagai narasumber membagikan pengalaman pribadi dalam berproses beradaptasi dan merefleksikan diri, dirinya berharap pengalaman yang didapat bisa menginspirasi mahasiswa PFIS lainnya. Setiap orang memiliki masa lalu dan itu memberikan pengalaman hidup, suka dan duka yang sudah dilalui inilah yang menjadi pengalaman yang kemudian dikonstruksi (membentuk kepribadian) seseorang. Proses kontruksi akan mempengaruhi cara pandang seseorang dalam beradaptasi ketika awal memasuki perguruan tinggi, yaitu tentang ritme kehidupan pribadi, cara belajar dan tantangan akademik, pergaulan, dan regulasi. Langkah-langkah transformasi diri menjadi lebih baik baginya ada beberapa faktor pendukung seperti cara supaya memperbaiki diri, hal-hal yang mendukung perubahan, sosial, akademik, dan individu. Hal ini mengingatkan dirinya tentang visi Universitas Sanata Dharma untuk menjadi penggali kebenaran yang unggul dan humanis demi terwujudnya masyarakat yang semakin bermartabat.

Pengalaman perubahan Antonius Pietjati tersebut langsung diapresiasi oleh Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D., dosen Pendidikan Fisika USD, katanya “bukan seberapa pengalaman tetapi bagaiman kita untuk bangkitnya”. Dosen lainnya seperti Elisabeth Dian Atmajati, S.Pd., M.Si. juga memberi tanggapan positif serta memotivasi mahasiswa PFIS lainnya bahwa perubahan tidak harus se-ekstrim yang dialami Antonius Pietjati namun juga yang penting adalah bagaimana kita melihat diri kita lalu bagaimana kita mau memperbaiki diri kita seperti apa, jadi sedikit demi sedikit bisa kita perbaiki. Sama halnya dengan Rohandi, Ph.D. yang mengapresiasi caranya untuk mengambil pilihan sulit dan mampu bangki tanpa menyalahkan orang lain. Beda halnya dengan Prof. Paul Suparno, SJ., beliau membayangkan sharing ini seperti pertobatan Ignasius, kemudian bertanya balik tentang apa yang sudah disyukuri dari pengalaman yang kurang baik tadi. Antonius Pietjati mensyukuri pengalaman-pengalaman tidak baiknya malah membuatnya menyadari bahwa wejangan-wejangan orang tua itu baik sehingga dirinya bisa mulai mengambil keputusan yang terbaik bagi dirinya ke depannya.

Untuk sesi sharing dosen diisi oleh Kaprodi PFIS USD, Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S.,  dan Wakaprodi PFIS USD, Albertus Hariwangsa Panuluh, M.Sc., dengan menjawab mahasiswa dan  alumni  yang menanyakan program-program dan kegiatan prodi terkini khususnya di masa pandemi ini.

(mds)

  kembali