USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Diskusi Publik dan Peluncuran Buku Memori Genosida

diupdate: 2 minggu yang lalu




Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (Pusdema) Universitas Sanata Dharma (USD) pada Jumat (26/3) menyelenggarakan Diskusi Publik atas buku baru yang berjudul “MEMORI GENOSIDA: Melihat Kekerasan Masa Lalu dalam Prespektif Holocaust”. Acara yang bekerja sama dengan UNESCO dan Museum Holocaust Amerika Serikat Washington DC ini  diselenggarakan melalui aplikasi Zoom dan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kartika Pratiwi. Acara diskusi seperti ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Pusdema USD untuk membahas isu-isu mengenai Hak Asasi Manusia (HAM).

Diskusi publik dibuka dengan sambutan oleh Kepala Pusdema USD, Dr. FX Baskara Tulus Wardaya S.J., M.A. sekaligus merangkap sebagai moderator dalam acara ini. Diskusi ini menghadirkan tiga pembicara yaitu: Sandrayanti Moniaga sebagai Komisioner KOMNAS HAM Republik Indonesia di Jakarta; Dr. Greogorius Sri Nurhartanto, SH, LL.M sebagai dosen Fakultas Hukum sekaligus menjabat sebagai Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta periode 2015-2019; dan Johanes Sumardiyanto sebagai Guru Sosiologi SMA Kolose de Brito Yogyakarta.

Pembicara pertama yaitu Sandrayanti Moniaga dalam paparannya menyampaikan inti dari buku tersebut mengenai belajar kejahatan Internasional dari perspektif sejarah. Beliau mengatakan bahwa buku ini penting bagi  pendidikan bangsa mengenai peristiwa pelanggaran HAM, buku ini dapat mengisi keterbatasan bahan ajar buku-buku pelajaran mengenai kekerasan masa lalu baik Holocaust maupun peristiwa kekerasan lain yang terjadi di Indonesia. Diskusi dilanjutkan oleh pembicara kedua oleh Dr. Greogorius Sri Nurhartanto SH, LL.M. yang membahas mengenai sangat pentingnya bagaimana merawat Memori Genosida agar tidak hilang dari ingatan kita terutama dalam upaya penyelamatan kehidupan manusia di masa-masa muda agar tidak berulang di masa depan. Kemudian pembicara terakhir yaitu Sumardiyanto melihat peristiwa Holocaust melalui sudut pandangnya sebagai pendidik atau pengajaran mikro. Beliau menekankan bagaimana buku Memori Genosida ini dapat menjadi buku yang mudah dibaca oleh berbagai kalangan karena ranah buku ini mendidik orang untuk bisa menjadi para pemenang kehidupan. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab oleh para peserta dan pembicara, lalu diakhiri dengan sesi foto bersama.

(SENM & MHH)

  kembali