USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Veronika Erlina Harimastuti, Alumni USD, Peraih Medali Perak dalam Apresiasi GTK PAUD-Dikmas 2019

diupdate: 1 minggu yang lalu



Universitas Sanata Dharma (USD) patut berbangga, sebab salah satu alumninya telah mencatatkan nama sebagai salah satu tenaga kependidikan yang memperoleh penghargaan dalam “Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (GTK PAUD-Dikmas) Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional ke-13 tahun 2019.” Alumni tersebut adalah Veronika Erlina Harimastuti dari Program Studi  Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) angkatan 2011. Dengan berperan sebagai salah satu perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ia berhasil meraih medali perak dalam kategori “Tutor Pendidikan Kesetaraan” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan GTK PAUD-Dikmas di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelum mengikuti Apresiasi GTK PAUD-Dikmas di tingkat nasional, alumni USD yang sering disapa Vero ini harus berjuang melalui tahapan-tahapan yang tidak mudah untuk dijalaninya. Sejak awal Maret 2019, Vero harus mengikuti seleksi untuk menjadi perwakilan Kota Yogyakarta hingga kemudian mengikuti seleksi kembali untuk menjadi perwakilan Provinsi DIY. Tidak hanya itu, setelah terpilih sebagai perwakilan Provinsi DIY, Vero harus segera mengikuti empat kali Trainning Centre hingga dua hari menjelang pelaksanaan Apresiasi di tingkat nasional pada tanggal 23-28 Juni 2019. Vero menyadari bahwa keberhasilannya untuk melalui tahapan-tahapan dalam rentang waktu yang sangat padat tersebut adalah kebaikan Tuhan yang mengabulkan doa dan permintaannya. “Tuhan itu terlalu baik sama aku. Tuhan mengabulkan apa yang aku minta.” ungkap Vero.

Ketika Vero mendengarkan pengumuman bahwa ia meraih medali perak dalam kategori Tutor Pendidikan Kesetaraan sebagai perwakilan Provinsi DIY, ia tidak dapat menahan aliran air matanya. Ia hanyut dalam dalam ucapan syukur karena langsung teringat pada orangtuanya. “Saya langsung teringat Bapak dan Ibu.” ungkap Vero. Sebagai seorang anak, prestasi ini sangat membanggakan orang tuanya. “Ada yang bisa Bapak dan Ibu banggakan.” sambung Vero.

Sebagai peraih medali perak dalam kategori Tutor Pendidikan Kesetaraan dan sebagai seorang tutor dalam salah satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Yogyakarta, Vero memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mempertahankan kesetaraan antara pendidikan formal dan non-formal. Selain itu, sebagai alumni USD yang memperjuangkan nilai cerdas dan humanis pula, ia dipanggil untuk mempertahankan esensi pendidikan, khususnya dalam rangka persiapan penyetaraan Kurikulum 2013 pada lembaga pendidikan formal dan non-formal, yaitu bersama-sama memanusiakan manusia. Maka dari itu, ia pun mengajak masyarakat luas untuk tidak lagi mengunggulkan salah satu sambil merendahkan yang lainnya, yaitu antara pendidikan formal atau non-formal, sebab keduanya adalah setara. “Ke depannya, lembaga pendidikan non-formal itu bisa lebih dipandang setara dengan lembaga pendidikan formal.” ungkap Vero.



Tidak dapat dilupakan pula, identitas Vero sebagai alumni USD juga memberi makna bahwa ia adalah seorang kakak bagi adik-adiknya, yaitu mahasiswa-mahasiswi yang sedang duduk di bangku perkuliahan USD. Sebagai seorang kakak, ia pun memberikan pesan agar mahasiswa-mahasiswi USD tidak menyia-nyiakan ilmu-ilmu yang didapatkan di bangku kuliah. “Jangan sia-siakan ilmu-ilmu yang kalian dapatkan di bangku kuliah.” pesan Vero. Selain itu, ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa-mahasiswi USD agar tidak mengabaikan mata kuliah-mata kuliah yang cenderung dianggap tidak penting, sebab sering kali terjadi bahwa mata kuliah-mata kuliah tersebutlah yang justru sangat dibutuhkan dalam dunia kerja dan bagi masyarakat luas. “Jangan menyepelekan mata kuliah-mata kuliah tertentu, sebab mata kuliah-mata kuliah tersebut pasti kemudian hari akan dibutuhkan.” tutup Vero.

(KTI & YS)

  kembali