www.usd.ac.id
www.usd.ac.id
  Cerdas & Humanis
English Version  English Version
Loading
HOME TENTANG USD PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMIK
  Mail USD      Kontak
:: Berita Kegiatan
Dari Inigo ke Ignasius: Pemutaran Film Ignacio de Loyola
USD | 02 June 2017 | 09:33 WIB
  
Dari Inigo ke Ignasius: Pemutaran Film Ignacio de Loyola :: usd.ac.id

Film Ignacio de Loyola merupakan film dengan nuansa rohani yang dibalut kisah percintaan dan laga produksi Jesuit Communications Filipina. Film ini berkisah tentang kehidupan awal Ignacio de Loyola (seorang santo dan juga  pendiri Ordo Serikat Yesus). Dari Inigo ke Ignasius hendak memperlihatkan bagaimana peziarahan batin Ignasius sebelum pertobatannya. Sedangkan Ignasius, nama yang dipakainya sejak di Paris, memperlihatkan hidup baru Inigo yang telah mengalami pertobatan dan pembalikan orientasi hidup kepada Allah.

Universitas Sanata Dharma (USD) menggandeng SAV Puskat untuk menyiapkan film Ignacio de Loyola dan menayangkannya di Indonesia. Ordo Serikat Yesus memiliki karya pelayanan yang cukup bervariasi di Indonesia. Oleh sebab itu Universitas Sanata Dharma bersama SAV Puskat merasa mendapat peluang untuk memperkenalkan kisah hidup dan spiritualitas Ignasius de Loyola kepada para pemirsa di Indonesia.

Pemutaran film Ignacio de Loyola ini bertempat di Auditorium Driyarkara USD pada hari Jumat (26/5). Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa pada kesempatan ini hajatannya bukanlah nonton film melainkan film hanya dijadikan sebuah sarana untuk mengantarkan kita kepada pembicaraan tentang spritualitas yang ditularkan oleh St. Ignasius yaitu spritualitas Ignasian. Bagi Universitas Sanata Dhrama membicarakan spritualitas Ignasian wajib hukumnya karena Universitas ini ada, hadir dan akan terus berusaha ada ditopang oleh spritualitas itu. Harapannya semoga para penikmat film ini  mendapat inspirasi dari kisah dan sejarah hidup Ignasius serta memperjuangkan dan menghidupi nilai-nilainya, sebagaimana diperjuangkan pula dalam karya-karya Serikat Yesus.

Film ini dimulai dari kisah Inigo kecil yang lahir dari keluarga Loyola di sebuah Puri Loyola, Spanyol Utara. Pada usia 15 tahun Inigo diserahkan ke Puri bendahara Raja Ferdinand dari Spanyol. Inilah hidup yang sangat ia idam-idamkan. Berkuda dengan rompi baja dan tombak, berburu, menikmati berbagai macam pertunjukan dibumbui dengan judi dan asmara sembunyi-sembunyi. Hidup liar tanpa tujuan tidak memuaskan Inigo. Tahun 1521, ia menggabungkan diri dengan pasukan pengeran Najera yang menduduki Pamplona, suatu kota kecil di perbatasan antara Perancis dan Spanyol. Pada suatu hari Perancis menyerang Spanyol. Kedua tentara saling berhadapan dengan jumlah pasukan tidak seimbang. Tidak ada lagi harapan bagi pasukan Spanyol untuk menyelamatkan diri. Sebagai tentara yang berpengalaman, komandan dan pasukan Spanyol ingin mengundurkan diri dari peperangan. Akan tetapi Inigo yang berapi-api dan keras kepala tidak pernah mau mengundurkan diri dari peperangan. Akhirnya pihak Perancis berhasil memenangkan peperangan. Sebuah tembakan meriam menghancurkan salah satu bangunan yang serpihan runtuhan bangunan tersebut menimpa dan menghancurkan satu kaki Inigo dan secara serius melukai yang lain. Pada saat itu, Inigo lebih memilih mati menjadi seorang kesatria daripada hidup dengan kaki pincang. Namun takdir berkata lain, Inigo diperlakukan dengan baik dan dibawa ke Loyola untuk mendapat pengobatan dari dokter.

Untuk mengatasi kesepiannya selama menjalani masa pemulihan, ia minta diberikan buku-buku cerita kesukannya yaitu tentang kisah kepahlawanan para ksatria. Ternyata di rumah itu tidak ada buku seperti yang diharpkannya. Yang ada hanyalah dua buah buku tentang hidup Kristus dan hidup para kudus. Akhirnya dari pada bosan, dia memutuskan untuk membaca buku-buku tersebut dengan terpaksa. Perlahan-lahan ia mulai melamunkan kisah hidup para kudus seperti yang dikisahkan. Ia terkesan dengan para kudus yang disebut sebagai “para prajurit Allah yang membaktikan diri demi pelayanan kepada Yesus Kristus Raja Abadi.” Di lain sisi ia juga melamunkan kepahlawanan, menjadi pahlawan terkenal, berperang dan bermain pedang serta kerelaan berkorban demi pengabdian kepada raja. Pada suatu saat ia mulai menimbang-nimbang lamunannya. Lamunan kepahlawanan berakhir dengan rasa kosong dan kekecewaan. Sedangkan lamunan mengikuti Kristus membawa kegembiraan yang mendalam dan kepuasan yang tidak hilang-hilang. Dari refleksi mengenai lamunan ini ia sampai pada pengertian bagaimana cara Allah membimbing dan memberitahukan kehendak-Nya. Akhirnya ia menemui panggilannya dan mau mengabdikan diri kepada Raja Abadi di Yerusalem dengan semangat berkobar-kobar.

Untuk memulai hidupnya yang baru Inigo memutuskan untuk pergi ke Yerusalem. Di tengah jalan, di suatu biara yang terletak di Montserrat, ia mempersiapkan diri untuk mengaku dosa. Pakaiannya ditukar dengan pakaian seorang pengemis dan pedang ia letakkan di bawah patung Bunda Maria di kapel. Selama semalaman suntuk ia semedi di kapel untuk mempersiapkan hidupnya yang baru bagi pelayanan kepada Raja Abadi. Dalam perjalanan, ia tinggal beberapa lama di sebuah kota kecil bernama Manresa. Di sana ia mulai melakukan laku tapa, doa yang sangat itensif dan menyiksa dirinya. Ia menyesah diri dengan cambuk dan hanya punya waktu singkat untuk tidur. Ia berpikir itulah cara penebusan akan segala dosa-dosa masa lalunya. Keadaan begitu kacau, menakutkan sampai membuatnya putus asa dan mau bunuh diri. Suatu hari dia bangkit dari mimpi buruknya. Ia sadar bahwa ternyata cara hidup keras seperti itu bukanlah kehendak Allah. Hidup matiraga tanpa ampun hanyalah buah pemikirannya sendiri.

Ketekunan dan kesungguhan Inigo menanggapi sapaan Allah membuahkan rahmat yang melimpah-limpah. Setelah berhasil melewati semuanya dan mendapat penerangan dari Allah, Inigo melanjutkan studi di Alkala. Di sana ia mencoba memberi Latihan Rohani dan menerangkan ajaran kristiani. Namun celakanya dia dianggap sebagai aliran sesat dan pengikut alumbrados karena dia tidak berpendidikan teologi dan bukan imam yang bisa memberikan ajaran iman gereja. Akhirnya dia dilarang berbicara mengenai hal-hal yang menyangkut iman. Bahkan dia harus dijebloskan ke dalam penjara dan mendapat pemeriksaan terkait dengan tuduhan mengajarkan ajaran sesat kepada umat kristiani. Namun pada akhirnya tuduhan itu tidak terbukti. Inigo dibebaskan dan diberi nasihat untuk melanjutkan studi ke Paris agar dapat mewujudkan niatnya untuk menolong jiwa-jiwa sehingga dia bisa dengan leluasa memberikan Latihan Rohani kepada banyak orang supaya mereka beriman lebih teguh dan mempunyai pengetahuan agama yang memadai. Kepergian Inigo untuk studi ke Paris merupakan akhir dari kisah film Ignacio de Loyola.

Setelah selesai pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi tentang film. Diskusi  dimoderatori oleh Drs. Y.B. Adimassana, M.A. selaku Koordinator Kegiatan Pusat Studi Ignasian USD dengan narasumber Dr. Leo Agung Sardi, SJ yang merupakan ahli dalam spritualitas Ignasian lulusan Universitas Pontifica Madrid, Spanyol. Ketika di Spanyol Romo Sardi sudah pernah mengunjungi tempat-tempat yang dijadikan tempat lokasi syuting dalam film Ignacio de Loyola sehingga bisa bercerita banyak melalui pengalaman langsung mengunjungi tempat-tempat tersebut. Selain itu Romo Sardi juga menjadi konsultan film ini untuk Yesuit Provinsi Indonesia.

Dalam diskusi kali ini antusiasme penonton sangat tinggi untuk bertanya dan menanggapi kisah film ini. Karena waktu yang terbatas akhirnya tidak semua penanya dapat menyampaikan pertanyannya kepada narasumber. Salah satu pertanyaan penonton adalah apakah film ini ada kelanjutannya karena ceritanya yang masih menggantung. Pertanyaan ini dijawab dengan jawaban mungkin belum dalam waktu dekat ini namun tidak menutup kemungkinan untuk dibuatkan seri lanjutannya pada waktu mendatang.  

(LH)

<< kembali

FAKULTAS

Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Psikologi
Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sastra
Fakultas Teologi
Program Pasca Sarjana

BIRO

Biro Administrasi Akademik
Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional
Biro Layanan Umum
Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
Biro Keuangan
Biro Personalia
Biro Sarana dan Prasarana
Biro Hubungan Masyarakat

LEMBAGA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Bahasa
Lembaga Penjaminan Mutu

PROGRAM KURSUS BERSERTIFIKAT

English Extension Course
Pel. Kom. Interaktif Bhs Inggris P 60 Jam
Indonesian Language & Culture Intensive Course

LINK

Lembaga Studi Realino
ExeLSa
MonEvIn
Oriental Scholar
Politeknik Mekatronika Sanata Dharma
 

KONTAK

humas@usd.ac.id

USD WEB BADGE

WebBadge USD

JEJARING SOSIAL

Facebook Sanata Dharma Twitter Sanata Dharma Instagram Sanata Dharma
© 2017 - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  54.198.247.44: - 1343.3 ms  |   11 user(s) online