Universitas Sanata Dharma : www.usd.ac.id

Universitas Sanata Dharma

Biro Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri

HomeProfileBeritaAgendaLowongan KerjaRegistrasiKontak

 BERITA

Peningkatan Kemampuan Adaptasi dan Manajemen Diri: “Prestasiku, Pergaulanku, Lingkunganku” .
Peningkatan Semangat Belajar dan Berpikir Kritis: “Jadilah Kopi!” .
Sosialisasi Program Internasional 2014 .
PRESENTASI BEASISWA AMINEF .
SEMINAR KARIR PLANET SURF .
Kebon Agung Village Tour .
hal. 1  
Peningkatan Kemampuan Adaptasi dan Manajemen Diri: “Prestasiku, Pergaulanku, Lingkunganku”
20 May 2016
Peningkatan Kemampuan Adaptasi dan Manajemen Diri: “Prestasiku, Pergaulanku, Lingkunganku” :: Biro Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri

Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional Universitas Sanata Dharma kembali melaksanakan pelatihan dalam rangka pengembangan kemampuan sosial bagi para mahasiswa program kerjasama. Kegiatan pengembangan ini memiliki fokus pada adaptasi dan manajemen diri. Adapun pelaksanakan kegiatan ini adalah Sabtu, 14 Mei 2016 di Kampus III Paingan Universitas Sanata Dharma.

Tema yang diangkat oleh Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional (BKHI) pada kegiatann pengembangan ini adalah Pelatihan Peningkatan Kemampuan Adaptasi dan Manajemen Diri. Pemilihan tema ini bertujuan agar mahasiswa program kerjasama USD angkatan 2014 dan 2015 memiliki bekal untuk menghadapi dunia baru yang mereka jalani dengan kemampuan adaptasi dan manajemen diri yang cukup dan baik.

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Adaptasi dan Manajemen Diri dimulai pukul 08.00 dan dihadiri oleh 37 mahasiswa program kerjasama USD angkatan 2014 dan 2015. Dalam kegiatan ini, BKHI berkolaborasi bersama Pusat Pelayanan Tes dan Konsultasi Psikologi Universitas Sanata Dharma atau yang biasa dikenal dengan P2TKP. Dengan formasi 2 trainers dan 6 fasilitator, P2TKP memandu jalannya pelatihan dengan memberikan bermacam aktivitas yang telah disiapkan untuk para peserta.

Berbagai aktivitas yang dirancang oleh P2TKP ternyata tidak hanya sesuai dengan tema melainkan juga mengasyikan dan menarik bagi para peserta untuk ikut ambil bagian dalam acara tersebut. Pelatihan dibuka dengan perkenalan oleh tiap peserta dan tim pemandu. Perkenalan pun dilakukan dengan cara yang unik. Dalam perkenalan, peserta diminta untuk menunjuk dan menyentuh peserta lain yang memiliki karakteristik sesuai dengan yang disebutkan oleh tim pemandu. Melalui perkenalan, atmosfer yang terbangun menjadi lebih cair dan akrab. Kecanggungan yang muncul diawal mulai terlebur seiring dengan dinamika perkenalan terebut.

Beranjak dari perkenalan, peserta diajak untuk masuk ke permainan ular naga. Dalam permainan ini, peserta dibagi kedalam 2 tim; tim anjing dan tim kucing. Setiap tim diminta untuk berbaris dengan menentukan kepala dan ekor tanpa urutan tinggi atau apapun, melainkan berbaris sesuai strategi yang telah disusun oleh tiap tim. Strategi yang disusunpun harus sesuai dengan misi dalam permainan tersebut, yaitu memecahkan balon yang diikatkan pada ekor tiap tim. Dalam menjalankan misi tersebut, tiap tim tidak boleh tercerai; semua harus tetap dalam barisan dan saling berpegangan. Ketentuan tersebut membuat permainan ular naga menjadi sangat menyenangkan dan mengasyikan. Melalui permainan ular naga, suasana yang tercipta selama kegiatan pun menjadi lebih hangat, cair, dan hangat. Dalam permainan ular naga ini, para peserta diarahkan pada pemaknaan sebuah adaptasi diri.

“Sebenarnya makna yang kita angkat melalui games ini adalah adaptasi diri. Maksudnya, peserta diajak untuk melihat kemampuan adaptasi diri mereka dengan lingkungan sekitar dimana selain peduli terhadap diri sendiri, mereka juga peduli terhadap orang lain. Apakah mereka pasif dan menunggu bantuan orang lain atau mereka mau bergerak dan berininsiatif untuk ikut terlibat bersama orang lain,” jelas Putri, Koordinator tim Pelatihan Peningkatan Kemampuan Adaptasi dan Manajemen diri dari P2TKP.

Tidak melulu berdinamika dengan menggunakan permainan, kegiatan ini juga diisi dengan sharing, refleksi, dan relaksasi. Dalam sharing dan refleksi, peserta dipandu oleh 2 orang trainers yang telah berpengalaman di bidangnya, yaitu Edward Theodorus dan Drs. Hadrianus Wahyudi, M.Si. yang keduanya merupakan dosen Fakultas Psikologi. Dalam memberikan materi, Edward Theodorus atau akrab dipanggil Pak Edo, menceritakan pengalaman pribadinya yang menemui hambatan-hambatan dalam beradaptasi dan mengatur perencanaan semasa studinya di luar negeri kepada para peserta. Selain Pak Edo, Pak Wahyudi pun memberikan bimbingan dan pengarahan kepada para peserta untuk melakukan perencanaan kerja dalam bidang akademik, pergaulan, dan lingkungan. Tak hanya merencanakan, peserta juga dibimbing untuk menilik faktor pendukung dan penghambat rencana kerja yang mereka buat.

Sebagai penutup, P2TKP menghantar peserta untuk melakukan relaksasi dengan bermeditasi dan membayangkan akhir kehidupan mereka. Dari relaksasi tersebut, peserta diarahkan untuk menyadari kehidupannya saat ini. Hal ini perlu dilakukan supaya peserta menyadari pentingnya menata kehidupan saat ini sebaik mungkin supaya kelak di akhir hidup, mereka menuai hal-hal baik yang sudah mereka tanam.

Pukul 15.30 Pelatihan Peningkatan Kemampuan Adaptasi dan Manajemen Diri bagi mahasiswa program kerjasama USD angkatan 2014 dan 2015 berakhir. Para peserta kembali ke tempat tinggal dan bersiap untuk memulai langkah baru seusai pelatihan yang mereka terima. Tergambar iklim semangat, ceria, dan akrab dalam diri peserta usai pelatihan ini. Menjadi harapan agar pelatihan yang diberikan oleh Biro Kerjasama dan Hubugan Internasional berkolaborasi dengan P2TKP mampu membawa pengaruh yang baik bagi kehidupan para peserta. (IYP)